Sabtu, 29 Maret 2014

Daya Dukung Lingkungan


Sektor
2007
2008
2009
2010
2011
Peran
Th. 2011 (%)
I. MIGAS
21.932.822.586
30.552.897.785
18.980.746.908
27.412.657.296
40.701.517.299
22,94%
    1. Minyak Mentah
9.056.877.662
10.061.498.596
7.362.204.375
8.531.249.355
11.154.455.409
6,29%
    2. Hasil Minyak
12.786.712.056
20.230.830.805
11.129.400.025
18.018.190.027
28.134.582.256
15,86%
    3. Gas
89.232.868
260.568.384
489.142.508
863.217.914
1.412.479.634
0,80%
II. NON MIGAS
52.540.607.532
98.644.408.439
77.848.498.073
108.250.626.752
136.734.038.437
77,06%
    1. Pertanian
3.890.000.552
5.609.921.088
4.752.402.634
6.187.938.604
9.395.793.894
5,30%
    2. Industri
48.085.489.007
91.802.724.139
72.398.087.944
101.115.406.556
126.099.549.960
71,07%
    3. Tambang
554.816.714
1.221.659.885
687.842.719
934.618.593
1.228.726.265
0,69%
    4. Lainnya
10.301.259
10.103.327
10.164.776
12.662.999
9.968.318
0,01%


Tabel 1.1 Perkembangan Impor Indonesia Berdasarkan Sektor
Description: http://www.kemenperin.go.id/statistik/peran_grafik_1.php?ekspor=Description: http://www.kemenperin.go.id/statistik/peran_grafik_2.php?ekspor=Description: http://www.kemenperin.go.id/statistik/peran_grafik_2b.php?ekspor=
Tabel 1.1  merupakan data impor Indonesia dari tahun 2007 hingga 2011. Dari tabel diatas mengapa Indonesia perlu import ? kita tahu sendiri bahwa Indonesia adalah Negara agraris yang subur. Ambil contoh pada sektor pertanian :
    1. Pertanian
3.890.000.552
5.609.921.088
4.752.402.634
6.187.938.604
9.395.793.894
5,30%

Pada sektor pertanian kita dapat melihat import yang dilakukan pada sektor ini tiap tahunnya mengalami kenaikan yang cukup banyak. Padahal Indonesia yang merupakan Negara agraris ini seharusnya dapat mencukupi kebutuhan nasional. Mengapa hal ini dapat terjadi ? Dalam teori Geografi terdapat daya tamping lingkungan dan daya dukung lingkungan. Dalam hal ini daya dukung lingkungan yang menjadi faktor yang harus kita perhatikan mengapa import di Indonesia tiap tahunnya meningkat.
Apa itu daya dukung lingkungan ?
Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan mahkluk hidup dan keseimbangan antar mahkluk hidup.
Berdasarkan pengertian daya dukung lingkungan kita dapat menyimpulkan apabila daya dukung lingkungan mengalami kerusakan maka kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan mahkluk hidup tidak akan berjalan dengan baik.
Kita dapat menghubungkan mengapa import Indonesia tiap tahunnya mengalami kenaikan dengan daya dukung lingkungan. Meningkatnya import Indonesia dapat menjadi dasar bahwa daya dukung lingkungan mengalami penurunan fungsi.
Penyebab menurunnya daya dukung lingkungan :
1.      Faktor alam
Faktor alam dapat mengakibatkan menurunnya daya dukung lingkungan, seperti kerusakan yang diakibatkan oleh becana alam (banjir, longsor, gunung meletus, gempa bumi, dll)
2.      Faktor manusia  
Faktor manusia merupakan faktor yang paling utama dari menurunnya daya dukung lingkungan, karena faktor manusia juga merupakan awal dari faktor alam meskipun faktor alam terjadi secara alamiah. Faktor manusia yang dapat mengakibatkan menurunnya daya dukung lingkungan seperti membuang sampah sembarangan yang merupakan awal dari banjir, pembukaan lahan besar-besaran dan tanpa prosedur yang sesuai(seperti kasus kebakaran hutan riau), pembangungan pabrik-pabrik yang menimbulkan pecemaran(udara, tanah, air), dan lain-lain

Oleh karena itu harus ada upaya pencegahan menurunnya daya dukung lingkungan :
1.      Melakukan reboisasi terhadap hutan-hutan atau daerah yang mengalami kerusakan
2.      Mencegah penebangan liar
3.      Membuat sengkedan di daerah lereng pegunungan yang digunakan sebagai lahan pertanian.
4.      Mengolah limbah sebelum dibuang atau memisahkan antara limbah kering dengan limbah basah
5.      Menggunakan bahan-bahan yang mudah diuraikan mikroorganisme di tanah 
6.      Menerapkan prinsip 4R
a.          Reduce, artinya mengurangi pemakaian
b.         Reuse, artinya memakai ulan
c.          Recycle, artinya mendaur ulang
d.         Replant, artinya menanam atau menimbun sampah organic


Berikut adalah salah satu contoh dari menurunnya daya dukung lingkungan  :
Potret Hutan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2011
Kondisi hutan dan lingkungan di Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta saat ini cenderung terus menurun kualitas, fungsi dan daya dukungnya. Hal ini disebabkan oleh semakin meningkatnya jumlah dan kepadatan penduduk, keterbatasan lahan dan laju pembangunan yang tinggi. Menurunnya kualitas, fungsi dan daya dukung hutan dan lingkungan ini berdampak serius pada kesehatan penduduk dan terdegradasinya lingkungan dan sumber daya alam. Masalah-masalah tersebut merupakan hal yang serius mengingat status Jakarta sebagai ibukota Negara Indonesia.
Saat ini Provinsi DKI Jakarta tengah berusaha untuk meningkatkan kualitas, fungsi dan daya dukung hutan dan lingkungan melalui beberapa program diantaranya penambahan areal terbuka hijau dan hutan kota, peningkatan pengawasan penegakan hukum lingkungan, serta peningkatan pengelolaan kawasan hutan. Untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan rencana pengelolaan kawasan hutan yang tepat dan terarah dengan didukung data yang akurat dan terkini.
Penyusunan Potret Hutan Provinsi DKI Jakarta ini dimaksudkan dalam rangka menyajikan potret keadaan hutan di Provinsi DKI Jakarta dari aspek kondisi umum, aspek kawasan, aspek sumberdaya hutan, dan aspek kelembagaannya. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui perkembangan kondisi hutan di Provinsi DKI Jakarta secara akurat, terkini dan informatif.