|
Sektor
|
2007
|
2008
|
2009
|
2010
|
2011
|
Peran
Th. 2011 (%) |
|
I. MIGAS
|
21.932.822.586
|
30.552.897.785
|
18.980.746.908
|
27.412.657.296
|
40.701.517.299
|
22,94%
|
|
1. Minyak Mentah
|
9.056.877.662
|
10.061.498.596
|
7.362.204.375
|
8.531.249.355
|
11.154.455.409
|
6,29%
|
|
2. Hasil Minyak
|
12.786.712.056
|
20.230.830.805
|
11.129.400.025
|
18.018.190.027
|
28.134.582.256
|
15,86%
|
|
3. Gas
|
89.232.868
|
260.568.384
|
489.142.508
|
863.217.914
|
1.412.479.634
|
0,80%
|
|
II. NON MIGAS
|
52.540.607.532
|
98.644.408.439
|
77.848.498.073
|
108.250.626.752
|
136.734.038.437
|
77,06%
|
|
1. Pertanian
|
3.890.000.552
|
5.609.921.088
|
4.752.402.634
|
6.187.938.604
|
9.395.793.894
|
5,30%
|
|
2. Industri
|
48.085.489.007
|
91.802.724.139
|
72.398.087.944
|
101.115.406.556
|
126.099.549.960
|
71,07%
|
|
3. Tambang
|
554.816.714
|
1.221.659.885
|
687.842.719
|
934.618.593
|
1.228.726.265
|
0,69%
|
|
4. Lainnya
|
10.301.259
|
10.103.327
|
10.164.776
|
12.662.999
|
9.968.318
|
0,01%
|
Tabel
1.1 Perkembangan Impor Indonesia Berdasarkan Sektor



Tabel 1.1 merupakan data impor Indonesia dari tahun 2007
hingga 2011. Dari tabel diatas mengapa Indonesia perlu import ? kita tahu
sendiri bahwa Indonesia adalah Negara agraris yang subur. Ambil contoh pada sektor
pertanian :
|
1. Pertanian
|
3.890.000.552
|
5.609.921.088
|
4.752.402.634
|
6.187.938.604
|
9.395.793.894
|
5,30%
|
Pada sektor pertanian
kita dapat melihat import yang dilakukan pada sektor ini tiap tahunnya
mengalami kenaikan yang cukup banyak. Padahal Indonesia yang merupakan Negara agraris
ini seharusnya dapat mencukupi kebutuhan nasional. Mengapa hal ini dapat
terjadi ? Dalam teori Geografi terdapat daya tamping lingkungan dan daya dukung
lingkungan. Dalam hal ini daya dukung lingkungan yang menjadi faktor yang harus
kita perhatikan mengapa import di Indonesia tiap tahunnya meningkat.
Apa itu daya dukung
lingkungan ?
Daya dukung lingkungan
adalah kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan mahkluk hidup dan
keseimbangan antar mahkluk hidup.
Berdasarkan pengertian
daya dukung lingkungan kita dapat menyimpulkan apabila daya dukung lingkungan
mengalami kerusakan maka kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan mahkluk
hidup tidak akan berjalan dengan baik.
Kita dapat
menghubungkan mengapa import Indonesia tiap tahunnya mengalami kenaikan dengan
daya dukung lingkungan. Meningkatnya import Indonesia dapat menjadi dasar bahwa
daya dukung lingkungan mengalami penurunan fungsi.
Penyebab menurunnya
daya dukung lingkungan :
1.
Faktor alam
Faktor
alam dapat mengakibatkan menurunnya daya dukung lingkungan, seperti kerusakan
yang diakibatkan oleh becana alam (banjir, longsor, gunung meletus, gempa bumi,
dll)
2.
Faktor manusia
Faktor
manusia merupakan faktor yang paling utama dari menurunnya daya dukung
lingkungan, karena faktor manusia juga merupakan awal dari faktor alam meskipun
faktor alam terjadi secara alamiah. Faktor manusia yang dapat mengakibatkan
menurunnya daya dukung lingkungan seperti membuang sampah sembarangan yang
merupakan awal dari banjir, pembukaan lahan besar-besaran dan tanpa prosedur
yang sesuai(seperti kasus kebakaran hutan riau), pembangungan pabrik-pabrik
yang menimbulkan pecemaran(udara, tanah, air), dan lain-lain
Oleh karena itu harus ada upaya pencegahan
menurunnya daya dukung lingkungan :
1.
Melakukan reboisasi terhadap hutan-hutan
atau daerah yang mengalami kerusakan
2.
Mencegah penebangan liar
3.
Membuat sengkedan di daerah lereng
pegunungan yang digunakan sebagai lahan pertanian.
4.
Mengolah limbah sebelum dibuang atau
memisahkan antara limbah kering dengan limbah basah
5.
Menggunakan bahan-bahan yang mudah
diuraikan mikroorganisme di tanah
6.
Menerapkan prinsip 4R
a.
Reduce, artinya
mengurangi pemakaian
b.
Reuse, artinya
memakai ulan
c.
Recycle, artinya
mendaur ulang
d.
Replant, artinya
menanam atau menimbun sampah organic
Berikut adalah salah satu contoh
dari menurunnya daya dukung lingkungan :
Potret Hutan Provinsi DKI Jakarta
Tahun 2011
Kondisi hutan dan lingkungan di Provinsi Daerah
Khusus Ibukota (DKI) Jakarta saat ini cenderung terus menurun kualitas, fungsi dan
daya dukungnya. Hal ini disebabkan oleh semakin meningkatnya jumlah dan
kepadatan penduduk, keterbatasan lahan dan laju pembangunan yang tinggi.
Menurunnya kualitas, fungsi dan daya dukung hutan dan lingkungan ini berdampak serius pada kesehatan
penduduk dan terdegradasinya lingkungan dan sumber daya alam. Masalah-masalah
tersebut merupakan hal yang serius mengingat status Jakarta sebagai ibukota
Negara Indonesia.
Saat ini Provinsi DKI Jakarta tengah berusaha
untuk meningkatkan kualitas, fungsi dan daya dukung hutan dan lingkungan
melalui beberapa program diantaranya penambahan areal terbuka hijau dan hutan
kota, peningkatan pengawasan penegakan hukum lingkungan, serta peningkatan
pengelolaan kawasan hutan. Untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan rencana
pengelolaan kawasan hutan yang tepat dan terarah dengan didukung data yang
akurat dan terkini.
Penyusunan Potret Hutan Provinsi DKI Jakarta ini
dimaksudkan dalam rangka menyajikan potret keadaan hutan di Provinsi DKI
Jakarta dari aspek kondisi umum, aspek kawasan, aspek sumberdaya hutan, dan
aspek kelembagaannya. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui perkembangan
kondisi hutan di Provinsi DKI Jakarta secara akurat, terkini dan informatif.